Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, IHSG mengalami penurunan sebesar 12 poin atau 0,15 persen saat dibuka perdagangan di level 8.110. Menurut Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG berpotensi untuk bergerak secara mendatar atau sideways pada hari itu. Bursa Asia juga terlihat menghijau pada sesi perdagangan sebelumnya, dengan Nikkei 225 Jepang naik 3,92 persen dan Hang Seng Hong Kong mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen, serta pertumbuhan positif di beberapa indeks regional lainnya. Sementara itu, di AS, pasar mulai stabil setelah fluktuasi tajam pada harga komoditas emas dan perak.
Peningkatan aktivitas pabrik di AS memberikan sinyal positif bagi perekonomian dan keuntungan perusahaan. Selain itu, Bank Sentral Australia juga menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan menguat. Meskipun demikian, saham di Wall Street mengalami penurunan karena investor melakukan rotasi keluar dari saham teknologi ke sektor-sektor lain yang dianggap lebih menguntungkan oleh perbaikan ekonomi.
Seiring dengan IHSG yang berpotensi mengalami koreksi kembali, para analis merekomendasikan 5 saham potensial cuan untuk dipertimbangkan. Sebelumnya, indeks IHSG telah ditutup naik 2,52 persen mencapai level 8.122,59. Itulah gambaran mengenai situasi pasar pada hari itu, yang diprediksi akan terus berfluktuasi sesuai dengan kondisi global dan regional yang ada.
