Bank Syariah Nasional (BSN) terus mendorong lahirnya ekosistem perumahan syariah yang tidak hanya berhenti pada pembiayaan, tetapi juga menyentuh rantai usaha pengembang secara lebih luas. Sejak resmi beroperasi pada Desember 2025, BSN menempatkan sektor perumahan sebagai fokus utama, sejalan dengan posisinya sebagai bank dengan market share FLPP terbesar kedua di Indonesia.
BSN Perkuat Peran di Pembiayaan Perumahan
Dalam BSN Developer Gathering 2026, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menegaskan bahwa bank ini telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah selama 20 tahun kiprahnya. Capaian itu menjadi landasan bagi BSN untuk memperluas kerja sama dengan para pengembang, terutama di tengah kebutuhan hunian yang masih tinggi.
Sepanjang 2025, BSN juga mencatat pertumbuhan yang cukup solid. Aset bank tumbuh sekitar 20,51 persen, sementara pembiayaan meningkat 25,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut BSN, capaian tersebut lahir dari sinergi yang kuat dengan para developer yang menjadi mitra dalam penyediaan rumah bagi masyarakat.
Jaringan Layanan Disiapkan untuk Dorong Ekosistem
Untuk menopang ekspansi bisnis perumahan, BSN telah memiliki 118 outlet layanan perbankan hingga akhir 2025. Jaringan itu terdiri dari kantor cabang, kantor cabang pembantu, hingga kantor layanan syariah yang disiapkan untuk melayani kebutuhan nasabah maupun developer mitra.
Di sisi produk, BSN menawarkan sejumlah skema pembiayaan seperti BSN Yasa Griya, BSN Modal Kerja Back to Back, dan BSN IMBT untuk pembiayaan komersial. Kehadiran produk-produk ini menunjukkan bahwa BSN tak hanya bermain di pembiayaan rumah subsidi, tetapi juga mencoba mengisi kebutuhan pembiayaan pengembang dari berbagai sisi.
Target 2026: Dorong Program Tiga Juta Rumah
Memasuki 2026, BSN menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end. Arah ini juga diselaraskan dengan agenda pemerintah, termasuk dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Untuk KPR Subsidi, BSN membidik penyaluran 73.700 unit pada 2026 atau sekitar 23 persen pangsa pasar. Sementara pada KPR Non Subsidi, BSN menawarkan margin promo mulai 2,65 persen untuk developer terpilih. Di tengah persaingan pembiayaan perumahan yang makin ketat, langkah BSN ini memperlihatkan ambisi bank syariah tersebut untuk memperkuat posisinya bukan hanya sebagai penyalur dana, tetapi sebagai penggerak utama ekosistem perumahan syariah di Indonesia.
