HomeBeritaKerugian Sugar Co oleh...

Kerugian Sugar Co oleh Asosiasi Petani Tebu: Dampak Manajemen Kurang Kreatif

Kerugian Rp 680 miliar yang dikaitkan dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co kembali memantik kritik atas cara negara mengelola industri gula. Bagi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), persoalan ini bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan sinyal bahwa ada yang keliru dari hulu sampai hilir. Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen, menilai kerugian itu memperlihatkan lemahnya tata kelola dan minimnya kreativitas manajemen dalam menghadapi situasi riil di lapangan.

Kerugian SGN Jadi Alarm bagi Pemerintah

Soemitro menegaskan, PT SGN sebagai BUMN tidak bisa diperlakukan seperti perusahaan biasa karena mengemban amanah publik. Karena itu, kerugian besar yang muncul semestinya menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menilai kondisi tersebut harus dibaca sebagai alarm untuk melakukan evaluasi menyeluruh, bukan sekadar mencari pembenaran sesaat.

Menurutnya, kegagalan mencapai swasembada gula selama ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan yang dinilai tidak rasional dan kurang menyentuh realitas petani. Dalam pandangannya, masalah industri gula tidak berhenti pada produksi, tetapi juga menyangkut arah kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada penguatan sektor domestik.

Masalahnya Bukan Sekadar Impor

Menanggapi hasil Rapat Dengar Pendapat antara Kementerian Pertanian dan Komisi VI DPR RI yang menyinggung kerugian SGN, Soemitro menyebut persoalan utama bukan semata-mata impor. Ia justru menilai ada kelemahan dalam cara perusahaan mengelola kondisi industri, termasuk soal bahan baku yang kualitasnya rendah.

Dalam pandangan APTRI, jika manajemen lebih adaptif dan kebijakan lebih tepat, ruang perbaikan produksi gula nasional masih terbuka. Karena itu, pembenahan di level manajemen, regulasi, dan kebijakan disebut sebagai tiga titik yang tidak bisa dipisahkan bila pemerintah serius mengejar peningkatan produksi dalam negeri.

Wacana Alih Impor ke BUMN Masih Dipertanyakan

Soemitro juga merespons rencana pemerintah yang ingin memindahkan impor bahan baku gula dari swasta ke BUMN. Ia belum melihat wacana itu sebagai jaminan perbaikan. Kekhawatirannya, skema tersebut justru bisa berubah menjadi ladang bisnis bagi pihak tertentu tanpa memberi dampak berarti bagi petani tebu.

Bagi APTRI, yang dibutuhkan bukan sekadar perubahan pelaksana impor, melainkan kebijakan yang benar-benar mendorong produksi nasional dan memperkuat posisi petani. Tanpa itu, industri gula akan terus berputar di masalah yang sama: produksi tersendat, petani tertekan, dan BUMN kembali menanggung beban kerugian.

Seperti disampaikan Soemitro, yang perlu dibenahi bukan hanya neraca perusahaan, tetapi juga cara negara merancang ekosistem gula agar tidak terus bergantung pada langkah-langkah tambal sulam.

Berita populer

Semua Berita

Sinar Mas Land dan UD IMPACT Luncurkan AI Entrepreneurship Academy BSD City

Sinar Mas Land dan UD IMPACT Resmi Luncurkan AI Entrepreneurship Academy...

2026: Beli Dolar Hanya 25 Ribu per Bulan Mulai Juni

BI Perketat Batas Pembelian Dolar AS tanpa Underlying Pada bulan Juni 2026,...

Manda Drizzly Rilis Single “Soft Luck” Sebagai Langkah Menuju EP Baru

Costive Rilis Single Terbaru "Soft Luck" yang Penuh Emosi Costive kembali menghentak...

Uji Coba CNG 3 Kg di China dan Indonesia: Alasan Bahlil

Menteri ESDM Ungkap Rencana Uji Coba Penggunaan CNG 3 Kg di...

Baca Sekarang

Sinar Mas Land dan UD IMPACT Luncurkan AI Entrepreneurship Academy BSD City

Sinar Mas Land dan UD IMPACT Resmi Luncurkan AI Entrepreneurship Academy di BSD City Indonesia mencatat tingkat adopsi AI tertinggi di Asia Tenggara, tetapi pemanfaatan AI masih didominasi oleh otomatisasi dasar. Untuk menghadapi tantangan ini, Sinar Mas Land dan UD IMPACT menjalin kerja sama strategis untuk membawa AI...

2026: Beli Dolar Hanya 25 Ribu per Bulan Mulai Juni

BI Perketat Batas Pembelian Dolar AS tanpa Underlying Pada bulan Juni 2026, Bank Indonesia (BI) akan mulai menerapkan aturan baru terkait pembelian mata uang dolar AS tanpa underlying. Batas maksimal pembelian akan diperketat menjadi 25.000 dolar AS per pelaku per bulan. Hal ini dilakukan dalam rangka memperkuat stabilitas...

Manda Drizzly Rilis Single “Soft Luck” Sebagai Langkah Menuju EP Baru

Costive Rilis Single Terbaru "Soft Luck" yang Penuh Emosi Costive kembali menghentak dunia musik Indonesia dengan single terbaru mereka berjudul "Soft Luck". Lagu rock alternatif ini mengusung tema rasa syukur kepada seseorang yang tetap setia di tengah segala kesulitan dan ketidaksempurnaan. Sebuah karya yang memperlihatkan sisi emosional dari...

Uji Coba CNG 3 Kg di China dan Indonesia: Alasan Bahlil

Menteri ESDM Ungkap Rencana Uji Coba Penggunaan CNG 3 Kg di China dan Indonesia Pemerintah Indonesia akan segera melakukan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) berukuran 3 kilogram (kg) di China dan Indonesia. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan...

Dive: Silent Spring Perluas Lanskap Musik Melankolis

Silent Spring Kembali dengan Karya Baru "Dive" yang Lebih Intim Setelah merilis "The Ballad Melancholy" dan "Surreal", Silent Spring meluncurkan single terbaru berjudul "Dive". Lagu ini menampilkan sisi baru dari musik mereka, tetap mempertahankan identitas melankolis namun dengan sentuhan yang lebih intim dan emosional. Atmosfer yang Lebih Tenang dan...

8 Strategi Investasi Warren Buffett di Tengah Krisis Ekonomi

Warren Buffett: Memanfaatkan Peluang Saat Krisis Pada saat krisis ekonomi melanda, banyak investor sering kali panik dan menjual aset mereka. Namun, bagi seorang investor berpengalaman seperti Warren Buffett, kondisi ini justru dianggap sebagai peluang emas. Buffett dikenal sebagai salah satu tokoh yang konsisten dalam memanfaatkan situasi krisis untuk...

Megamendung Disiapkan Jadi Benteng Ekologi Hulu Pasundan

Megamendung dipersiapkan menjadi benteng ekologi kawasan hulu Pasundan melalui konservasi satwa berkelanjutan.

Review Album Terbaru Beartooth: Pure Ecstasy

Beartooth Umumkan Album Baru "Pure Ecstasy" dan Single Pembuka yang Menghantam Beartooth kembali menunjukkan semangat agresif mereka dengan pengumuman album baru berjudul “Pure Ecstasy” yang dijadwalkan rilis pada 28 Agustus 2026 melalui label Fearless Records. Ini adalah album keenam mereka dan karya pertama bersama label tersebut, menampilkan nuansa...

PHK Indonesia: Dampak Geopolitik Global dan Tingkat Pengangguran

Pemerintah Siap Antisipasi Lonjakan PHK Akibat Situasi Global Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026 - Pemerintah Indonesia mulai mengantisipasi potensi meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kondisi geopolitik global yang semakin memanas, termasuk dampak perang di Timur Tengah terhadap ekonomi dunia. Langkah Antisipasi Pemerintah Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menyatakan...

Analisis Kritis: Perang dan Manipulasi Agama dalam Suci Tanah Pembantaian

Rahasia Intelijen: Mengangkat Isu Perang dan Manipulasi Agama dalam Single Terbaru Rahasia Intelijen kembali membuat gebrakan dengan single terbaru mereka yang berjudul "Suci Tanah Pembantaian". Lagu ini dipenuhi dengan kemarahan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap konflik kemanusiaan yang tak kunjung usai di berbagai belahan dunia. Formasi Baru dan Isi...

Manfaat Pemberdayaan Perempuan dalam Menguatkan Ekonomi Keluarga

Pemberdayaan Perempuan: Kunci Kesuksesan Ekonomi Keluarga Pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih dari 60 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, menjadikan mereka pilar utama dalam ekonomi keluarga. Program Mekaar: Akses Lebih Luas untuk Perempuan Prasejahtera PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar (Membina...

Munky Bicara Mengenai Absennya Fieldy dalam Proses Penulisan 40 Lagu Album Baru KoRn

KoRn Siapkan Album Baru Setelah Proses Kreatif Panjang Setelah lebih dari tiga dekade melintas di berbagai fase ekstrem industri musik, KoRn tampaknya belum menunjukkan tanda melambat. Band nu metal asal Bakersfield, California itu kini tengah mempersiapkan album baru yang kabarnya sudah melalui proses panjang dan melelahkan. Mengapa KoRn Butuh...