HomeLainnyaResilience-Based Hedging Jadi Pendekatan...

Resilience-Based Hedging Jadi Pendekatan Diplomasi Indonesia yang Relevan

Sorotan terhadap perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto akhir-akhir ini tidak hanya tentang seberapa sering ia ke luar negeri, tetapi juga memunculkan pertanyaan mendalam di masyarakat tentang esensi dari aktivitas diplomatik Indonesia. Pertanyaan di ruang publik mengenai manfaat dari kunjungan luar negeri presiden terus bermunculan, menunjukan adanya rasa ingin tahu sekaligus skeptisisme dari masyarakat terhadap hasil konkrit yang didapat.

Reaksi seperti ini sangat wajar bila menilik diplomasi yang sering dianggap tidak memiliki dampak langsung seperti pembangunan fisik yang mudah dilihat atau program bantuan negara yang segera terasa manfaatnya. Namun, di tengah situasi internasional yang bergejolak dan penuh persaingan antar-negara besar, diplomasi justru menjadi instrumen vital untuk mempertahankan posisi Indonesia di tingkat global. Ditambah lagi, tantangan seperti ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, dampak berkepanjangan perang Rusia-Ukraina, hingga instabilitas di Timur Tengah semakin memperkuat urgensi upaya diplomasi aktif dalam merespons perubahan global.

Sejak memimpin, Presiden Prabowo telah melakukan sejumlah besar kunjungan ke luar negeri, memperlihatkan intensitas baru dalam kebijakan politik luar negeri Indonesia. Hal ini merupakan sinyal bahwa Indonesia berniat memainkan peran yang lebih signifikan di tingkat internasional dan tidak sekadar menjadi pengamat dalam perubahan dunia.

Pembahasan soal ini menjadi tema utama dalam diskusi IR Youth Talks yang diadakan Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia di Depok, Jawa Barat. Dalam forum itu, Anggy Pasaribu yang dikenal sebagai jurnalis serta pendiri Story of Anggy, menyoroti adanya jurang pemahaman antara kebijakan diplomasi dan informasi yang diterima masyarakat. Menurutnya, publik hanya melihat potongan aktivitas: pertemuan pemimpin negara, agenda kunjungan, hingga seremoni diplomasi di layar media tanpa memahami konteks serta target strategis di baliknya.

Situasi dunia yang tidak menentu turut berdampak nyata pada kehidupan masyarakat dalam hal kenaikan harga energi, ketidakpastian rantai pasok global, serta risiko terhadap stabilitas ekonomi nasional. Hal ini diamini oleh Brigjen TNI Aloysius Nugroho Santoso dari Lemhannas yang menegaskan bahwa fragmentasi geopolitik global kini semakin terasa di Indonesia. Dalam kondisi seperti ini, pendekatan bebas aktif yang dianut Indonesia semakin dikombinasikan dengan strategi fleksibel atau hedging, sehingga Indonesia tidak sepenuhnya terjebak dalam satu blok kekuasaan, melainkan mampu menjaga hubungan dengan banyak pihak.

Broto Wardoyo, Ketua Departemen Hubungan Internasional UI, menambahkan bahwa kini Indonesia melibatkan prinsip resilience-based hedging, yaitu tidak sekadar menjaga fleksibilitas eksternal tetapi juga menambah ketahanan internal. Keterlibatan Indonesia di forum internasional besar seperti G20, ASEAN, dan BRICS bukan hanya simbolis, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan ruang gerak manuver strategis Indonesia di tengah persaingan global yang semakin intens.

Sayangnya, seperti dijelaskan oleh para akademisi dan praktisi hubungan internasional, strategi besar Indonesia banyak yang berhenti di tataran elite. Para pejabat dan diplomat kerap menggunakan istilah teknis yang sulit dipahami publik luas.

Di sinilah isu komunikasi publik menjadi sangat penting. Narasi diplomasi yang tidak dibumikan akan kalah oleh narasi sederhana dan viral yang mudah dicerna masyarakat. Pemerintah perlu memastikan bahwa keberhasilan maupun tantangan dalam diplomasi bisa diterjemahkan dalam bahasa sehari-hari. Konteks dampak diplomasi ke sektor ekonomi, investasi, keamanan, hingga peluang kerja rakyat harus dipaparkan terus-menerus secara konsisten.

Media sosial pun harus dimanfaatkan untuk membangun narasi yang menjelaskan kebijakan luar negeri secara substantif, bukan sekadar ramai tetapi dangkal atau reaktif. Pengelolaan komunikasi seperti ini dapat mencegah polarisasi yang kontraproduktif di masyarakat dan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kebijakan negara.

Pada akhirnya, keberhasilan diplomasi Indonesia tak hanya terukur dari diterimanya Indonesia dalam forum internasional, melainkan juga seberapa jauh rakyat memahami dan mendukung langkah diplomasi yang diambil. Menciptakan jembatan pemahaman antara para pengambil kebijakan dan masyarakat luas menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting dari sekedar berpartisipasi dalam konferensi tingkat tinggi. Sebab, ketahanan diplomasi nasional sangat dipengaruhi oleh legitimasi publik yang lahir dari keterbukaan informasi dan komunikasi yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Sumber: Diplomasi Indonesia Era Prabowo Perlu Lebih Dekat Dengan Publik
Sumber: Diplomasi Indonesia Di Era Prabowo, Perlunya Membentuk Pemahaman Publik

Berita populer

Semua Berita

Sinar Mas Land dan UD IMPACT Luncurkan AI Entrepreneurship Academy BSD City

Sinar Mas Land dan UD IMPACT Resmi Luncurkan AI Entrepreneurship Academy...

2026: Beli Dolar Hanya 25 Ribu per Bulan Mulai Juni

BI Perketat Batas Pembelian Dolar AS tanpa Underlying Pada bulan Juni 2026,...

Manda Drizzly Rilis Single “Soft Luck” Sebagai Langkah Menuju EP Baru

Costive Rilis Single Terbaru "Soft Luck" yang Penuh Emosi Costive kembali menghentak...

Uji Coba CNG 3 Kg di China dan Indonesia: Alasan Bahlil

Menteri ESDM Ungkap Rencana Uji Coba Penggunaan CNG 3 Kg di...

Baca Sekarang

Sinar Mas Land dan UD IMPACT Luncurkan AI Entrepreneurship Academy BSD City

Sinar Mas Land dan UD IMPACT Resmi Luncurkan AI Entrepreneurship Academy di BSD City Indonesia mencatat tingkat adopsi AI tertinggi di Asia Tenggara, tetapi pemanfaatan AI masih didominasi oleh otomatisasi dasar. Untuk menghadapi tantangan ini, Sinar Mas Land dan UD IMPACT menjalin kerja sama strategis untuk membawa AI...

2026: Beli Dolar Hanya 25 Ribu per Bulan Mulai Juni

BI Perketat Batas Pembelian Dolar AS tanpa Underlying Pada bulan Juni 2026, Bank Indonesia (BI) akan mulai menerapkan aturan baru terkait pembelian mata uang dolar AS tanpa underlying. Batas maksimal pembelian akan diperketat menjadi 25.000 dolar AS per pelaku per bulan. Hal ini dilakukan dalam rangka memperkuat stabilitas...

Manda Drizzly Rilis Single “Soft Luck” Sebagai Langkah Menuju EP Baru

Costive Rilis Single Terbaru "Soft Luck" yang Penuh Emosi Costive kembali menghentak dunia musik Indonesia dengan single terbaru mereka berjudul "Soft Luck". Lagu rock alternatif ini mengusung tema rasa syukur kepada seseorang yang tetap setia di tengah segala kesulitan dan ketidaksempurnaan. Sebuah karya yang memperlihatkan sisi emosional dari...

Uji Coba CNG 3 Kg di China dan Indonesia: Alasan Bahlil

Menteri ESDM Ungkap Rencana Uji Coba Penggunaan CNG 3 Kg di China dan Indonesia Pemerintah Indonesia akan segera melakukan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) berukuran 3 kilogram (kg) di China dan Indonesia. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan...

Dive: Silent Spring Perluas Lanskap Musik Melankolis

Silent Spring Kembali dengan Karya Baru "Dive" yang Lebih Intim Setelah merilis "The Ballad Melancholy" dan "Surreal", Silent Spring meluncurkan single terbaru berjudul "Dive". Lagu ini menampilkan sisi baru dari musik mereka, tetap mempertahankan identitas melankolis namun dengan sentuhan yang lebih intim dan emosional. Atmosfer yang Lebih Tenang dan...

8 Strategi Investasi Warren Buffett di Tengah Krisis Ekonomi

Warren Buffett: Memanfaatkan Peluang Saat Krisis Pada saat krisis ekonomi melanda, banyak investor sering kali panik dan menjual aset mereka. Namun, bagi seorang investor berpengalaman seperti Warren Buffett, kondisi ini justru dianggap sebagai peluang emas. Buffett dikenal sebagai salah satu tokoh yang konsisten dalam memanfaatkan situasi krisis untuk...

Megamendung Disiapkan Jadi Benteng Ekologi Hulu Pasundan

Megamendung dipersiapkan menjadi benteng ekologi kawasan hulu Pasundan melalui konservasi satwa berkelanjutan.

Review Album Terbaru Beartooth: Pure Ecstasy

Beartooth Umumkan Album Baru "Pure Ecstasy" dan Single Pembuka yang Menghantam Beartooth kembali menunjukkan semangat agresif mereka dengan pengumuman album baru berjudul “Pure Ecstasy” yang dijadwalkan rilis pada 28 Agustus 2026 melalui label Fearless Records. Ini adalah album keenam mereka dan karya pertama bersama label tersebut, menampilkan nuansa...

PHK Indonesia: Dampak Geopolitik Global dan Tingkat Pengangguran

Pemerintah Siap Antisipasi Lonjakan PHK Akibat Situasi Global Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026 - Pemerintah Indonesia mulai mengantisipasi potensi meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kondisi geopolitik global yang semakin memanas, termasuk dampak perang di Timur Tengah terhadap ekonomi dunia. Langkah Antisipasi Pemerintah Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menyatakan...

Analisis Kritis: Perang dan Manipulasi Agama dalam Suci Tanah Pembantaian

Rahasia Intelijen: Mengangkat Isu Perang dan Manipulasi Agama dalam Single Terbaru Rahasia Intelijen kembali membuat gebrakan dengan single terbaru mereka yang berjudul "Suci Tanah Pembantaian". Lagu ini dipenuhi dengan kemarahan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap konflik kemanusiaan yang tak kunjung usai di berbagai belahan dunia. Formasi Baru dan Isi...

Manfaat Pemberdayaan Perempuan dalam Menguatkan Ekonomi Keluarga

Pemberdayaan Perempuan: Kunci Kesuksesan Ekonomi Keluarga Pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih dari 60 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, menjadikan mereka pilar utama dalam ekonomi keluarga. Program Mekaar: Akses Lebih Luas untuk Perempuan Prasejahtera PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar (Membina...

Munky Bicara Mengenai Absennya Fieldy dalam Proses Penulisan 40 Lagu Album Baru KoRn

KoRn Siapkan Album Baru Setelah Proses Kreatif Panjang Setelah lebih dari tiga dekade melintas di berbagai fase ekstrem industri musik, KoRn tampaknya belum menunjukkan tanda melambat. Band nu metal asal Bakersfield, California itu kini tengah mempersiapkan album baru yang kabarnya sudah melalui proses panjang dan melelahkan. Mengapa KoRn Butuh...