Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 1 Persen Akibat Konflik di Timur Tengah
Rabu, 3 Juni 2026 – 10:45 WIB | Jakarta, VIVA
Harga minyak dunia mengalami kenaikan lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Kenaikan ini terjadi setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas. Pasar juga waspada terhadap perkembangan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang masih belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Kenaikan Harga Minyak
Kontrak minyak mentah Brent naik sebesar US$1,05 atau 1,09 persen menjadi US$97,05 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat US$1,01 atau 1,08 persen menjadi US$94,77 per barel. Kedua harga minyak tersebut mencapai level tertinggi dalam sepekan, dipicu oleh serangkaian aksi militer yang terjadi di Timur Tengah.
Situasi Konflik
Setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke arah Kuwait dan Bahrain, Amerika Serikat merespons dengan melakukan serangan ke Pulau Qeshm di Iran. Hal ini memperparah ketegangan di kawasan Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Terjadinya konflik ini juga menjadikan pasar khawatir akan potensi gangguan pasokan minyak.
Perkembangan Terbaru
Media Iran melaporkan bahwa Teheran tidak berkomunikasi dengan Washington dalam beberapa hari terakhir. Sementara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa proses negosiasi masih berjalan. Namun, upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz masih dihambat oleh berbagai kendala yang ditemui.
Analis senior komoditas ANZ Bank, Daniel Hynes, menyoroti bahwa gangguan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dapat berdampak besar pada pasokan minyak dunia. Meskipun terjadi upaya perdamaian, situasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang jelas.
Faktor lain yang turut mendukung kenaikan harga minyak adalah penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat selama tujuh pekan berturut-turut, berdasarkan data yang dirilis oleh American Petroleum Institute (API).
