Harga Minyak Dunia Bertahan di Level Tinggi, Pasar Tunggu Kepastian Negosiasi AS-Iran
Pasar global masih terus memperhatikan pergerakan harga minyak dunia di awal Juni 2026. Setelah mengalami lonjakan tajam sebelumnya, harga minyak mentah masih bertahan di level tinggi. Ketidakpastian terkait negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta isu jalur pelayaran strategis Selat Hormuz menjadi fokus utama pasar.
Harga Minyak Stabil dengan Berbagai Sinyal
Para pelaku pasar tengah mempertimbangkan berbagai sinyal yang saling bertentangan terkait potensi kesepakatan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, harga kontrak berjangka minyak Brent sedikit naik menjadi US$95,04 per barel, atau sekitar Rp1,69 juta per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun menjadi US$91,99 per barel.
Negosiasi AS-Iran dan Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, meskipun laporan dari Iran mengindikasikan sebaliknya. Trump optimis akan adanya kesepakatan dalam beberapa pekan ke depan terkait gencatan senjata dan pembukaan Selat Hormuz. Pasar global pun menanti perkembangan terbaru terkait negosiasi tersebut.
Di samping itu, adanya gencatan senjata parsial antara Hezbollah dan Israel di Lebanon juga menjadi isu yang memengaruhi ketegangan di kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut diharapkan dapat meredakan konflik yang melibatkan Iran serta memberikan dampak positif terhadap stabilitas pasar minyak dunia.
