Pemerintah Memastikan Tidak Akan Ada Lagi Pemadaman Listrik di Jawa Berkat Tambahan Pasokan Batu Bara
Kebutuhan Energi Listrik Terpenuhi
Pada Sabtu, 11 Juli 2026, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), Tri Winarno, mengumumkan bahwa pihaknya memberikan tambahan kuota produksi batu bara untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik PT PLN (Persero).
Langkah Strategis untuk Stabilitas Pasokan Batu Bara
Tri Winarno menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan batu bara, terutama bagi PLN. Pemerintah tidak ingin menahan produksi batu bara yang dapat mengganggu pasokan untuk pembangkit, namun juga berusaha mencegah kelebihan pasokan di pasar internasional.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, juga memastikan bahwa tidak akan ada lagi pemadaman listrik di Jawa karena pihaknya telah memperkuat sistem kelistrikan. Pasokan batu bara dengan kalori di atas 4.500 kcal per kg akan terus bertambah, termasuk modifikasi PLTU untuk menggunakan batu bara dengan kalori rendah.
Modifikasi Pembangkit Listrik untuk Efisiensi
Darmawan menjelaskan bahwa retrofit PLTU Suralaya 6 dan 7 telah berhasil menggunakan batu bara dengan kalori lebih rendah dari sebelumnya. Dengan modifikasi ini, pembangkit listrik dapat efisien menggunakan berbagai jenis batu bara sesuai kebutuhan tanpa risiko pemadaman bergilir.
Pemerintah juga memberikan kesempatan kepada pengusaha tambang untuk mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) hingga 31 Juli guna memperhitungkan penambahan kuota produksi batu bara. Semua langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan energi listrik di Indonesia terpenuhi tanpa gangguan yang berarti.
