BTN Raih Penyalur KPR Subsidi Terbanyak, Menteri Ara Apresiasi
Pada Rabu, 5 Agustus 2026, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memberikan apresiasi kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sebagai penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terbanyak di tingkat nasional. Hal ini diungkapkan dalam Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Peran Vital Perumahan dalam Kesejahteraan Masyarakat
Saat acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya perumahan sebagai kebutuhan vital bagi masyarakat. Beliau mendorong semua pihak terkait untuk bekerja sama guna memastikan lebih banyak masyarakat memiliki rumah yang layak dan terjangkau.
BTN Unggul Sebagai Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara menjelaskan bahwa BTN merupakan bank yang telah menyalurkan KPR subsidi terbanyak. Mereka telah berhasil memberikan pembiayaan tertinggi untuk rumah subsidi. Menteri Ara juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi BTN dalam hal ini.
Sinergi Ekosistem Perumahan yang Kuat
BTN berhasil menjadi bank dengan jumlah peserta terbanyak dalam acara tersebut. Sebanyak 30.203 debitur BTN turut serta dalam akad baik secara langsung maupun daring dari berbagai wilayah di Indonesia. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerjasama yang erat dalam ekosistem perumahan, termasuk dukungan dari Danantara Indonesia.
Hingga tanggal 29 Juli 2026, BTN telah berhasil menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, jumlah yang tertinggi di antara bank-bank lainnya. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, BTN terus memperkuat pasokan rumah subsidi sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas.
Komitmen BTN dalam Memajukan Sektor Perumahan
Selain dari segi pembiayaan langsung kepada masyarakat, BTN juga fokus pada penguatan sisi pasokan perumahan. Hingga Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) BTN telah mencapai sekitar Rp4,39 triliun untuk mendukung pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku usaha di sektor perumahan.
BTN juga terus mengembangkan layanan digital melalui platform balé Properti untuk memudahkan masyarakat dalam mencari rumah, melakukan simulasi cicilan, dan mengajukan KPR secara lebih efisien di satu platform yang terintegrasi.
