HomePolitik**Sejarah PKI di Indonesia:...

**Sejarah PKI di Indonesia: Dari Madiun 1948 hingga G30S 1965**

Partai Komunis Indonesia (PKI) pernah menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia sebelum dibubarkan dan dinyatakan terlarang pada 1966. Perjalanannya tidak berlangsung singkat: organisasi ini tumbuh sejak masa kolonial, mengalami kehancuran setelah Peristiwa Madiun 1948, bangkit melalui Pemilu 1955, lalu runtuh setelah pergolakan politik 1965.

Sejarah PKI dan peristiwa 1965 hingga kini masih memiliki perbedaan penafsiran di kalangan sejarawan. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mencatat, bahan untuk menelusuri rangkaian peristiwa tersebut berasal dari beragam koleksi, termasuk arsip Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang. Karena itu, pembahasan sejarah perlu membedakan fakta yang terdokumentasi, keputusan resmi negara, dan interpretasi yang masih diperdebatkan.

Dari ISDV hingga konflik Madiun

Akar gerakan komunis di Indonesia bermula dari pembentukan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) pada 1914. Organisasi itu berkembang dan pada 1920 berubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia, yang kemudian dikenal sebagai PKI.

Pada 1926, PKI terlibat dalam pemberontakan terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Gerakan tersebut gagal dan diikuti penindakan terhadap anggota serta pendukungnya. Aktivitas PKI pun mengalami pembatasan dan tekanan selama masa pemerintahan kolonial.

Setelah Indonesia merdeka, PKI kembali tampil di arena politik. Namun, pada 18 September 1948, partai tersebut dan kelompok-kelompok kiri terlibat konflik bersenjata dengan pemerintah Republik Indonesia dalam Peristiwa Madiun.

Ensiklopedia Sejarah Indonesia Kementerian Kebudayaan menyebut Peristiwa Madiun sebagai puncak konflik antara pemerintah dan oposisi sayap kiri, terutama Front Demokrasi Rakyat (FDR), yang terdiri atas sejumlah organisasi berhaluan kiri, termasuk PKI. ANRI juga mencatat adanya proklamasi Republik Soviet Indonesia di Madiun yang kemudian berkembang menjadi konflik bersenjata.

Pemerintah mengakhiri konflik itu dalam beberapa bulan. Sejumlah pemimpin dan anggota kelompok yang terlibat ditangkap, sementara sebagian lainnya tewas. Peristiwa tersebut memperburuk hubungan PKI dengan pemerintah dan kelompok politik lain.

Kebangkitan politik pada 1950-an

Setelah mengalami kehancuran organisasi, PKI membangun kembali kekuatannya pada dekade 1950-an di bawah kepemimpinan D.N. Aidit dan sejumlah tokoh lainnya. Organisasi partai diperluas, begitu pula basis dukungan di kalangan buruh, petani, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya.

Kekuatan itu terlihat dalam Pemilu 1955. Data Komisi Pemilihan Umum mencatat PKI meraih 6.179.914 suara atau 16,36 persen suara nasional untuk pemilihan anggota DPR. Hasil tersebut menghasilkan 39 kursi dan menempatkan PKI di urutan keempat setelah PNI, Masyumi, dan NU.

Dalam pemilihan anggota Konstituante, PKI memperoleh sekitar 6,23 juta suara dan 80 kursi. Perolehan itu menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama pada masa demokrasi parlementer.

G30S, kekerasan 1965-1966, dan pembubaran

Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Indonesia memasuki masa Demokrasi Terpimpin. PKI mendukung gagasan Nasakom yang berupaya menyatukan unsur nasionalis, agama, dan komunis dalam kehidupan politik. Pada awal 1960-an, pengaruh partai menguat melalui organisasi massa dan ruang politik yang diberikan dalam pemerintahan Presiden Soekarno.

Ketegangan dengan Angkatan Darat serta kelompok politik dan sosial lain ikut meningkat. Perselisihan itu berkaitan dengan politik, ideologi, organisasi massa, persoalan agraria, dan gagasan pembentukan angkatan kelima.

Pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965, terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah perwira Angkatan Darat. Para korban dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta. Peristiwa ini dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G30S.

Terdapat perbedaan historiografi mengenai pihak yang bertanggung jawab dan tingkat keterlibatan PKI sebagai organisasi. Narasi resmi Orde Baru mengaitkan G30S dengan PKI, sementara penelitian dan sumber sejarah lain membahas keterlibatan sejumlah aktor dengan tingkat tanggung jawab yang berbeda.

Setelah G30S gagal, Angkatan Darat di bawah Soeharto mengambil langkah untuk mengendalikan keadaan dan melakukan tindakan terhadap PKI, organisasi, serta orang-orang yang dianggap terkait. Komnas HAM mencatat bahwa pada 1965-1966 terjadi pembunuhan, penahanan, pemindahan penduduk secara paksa, perbudakan, penyiksaan, perkosaan, penganiayaan, dan penghilangan orang secara paksa. Dampaknya juga dirasakan keluarga orang-orang yang dituduh berhubungan dengan PKI.

Pada 12 Maret 1966, Soeharto mengeluarkan keputusan pembubaran PKI dan menyatakan partai beserta organisasi massanya sebagai organisasi terlarang. Keputusan itu diperkuat Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 pada 5 Juli 1966, yang melarang PKI di seluruh Indonesia serta kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan komunisme, Marxisme, dan Leninisme.

Pembubaran tersebut menutup keberadaan PKI sebagai kekuatan politik resmi. Perubahan politik pasca-1965 juga mempercepat berakhirnya pemerintahan Soekarno dan lahirnya Orde Baru di bawah Soeharto, yang kemudian diangkat sebagai presiden pada 1968. Hingga kini, G30S, kekerasan 1965-1966, dan tingkat keterlibatan PKI tetap menjadi objek penelitian sejarah dengan menggunakan beragam sumber arsip.

Source link

Berita populer

Semua Berita

Integrasi Pembiayaan Kesehatan Tingkatkan Efisiensi Layanan

Integrasi pembiayaan kesehatan di Indonesia mulai diarahkan pada mekanisme yang menyatukan...

Stres Memperparah Jerawat? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jerawat yang muncul atau tampak semakin parah ketika seseorang mengalami tekanan...

Fit For A King Umumkan Lonely God Deluxe, Rilis “Dirt”

Fit For A King menyiapkan perluasan untuk album studio kedelapan mereka,...

Mengapa Mobil Listrik Lebih Ramah Lingkungan? Ini Alasannya

Peralihan industri otomotif menuju kendaraan listrik tidak semata-mata didorong oleh perkembangan...

Baca Sekarang

Integrasi Pembiayaan Kesehatan Tingkatkan Efisiensi Layanan

Integrasi pembiayaan kesehatan di Indonesia mulai diarahkan pada mekanisme yang menyatukan jaminan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT). Upaya ini melibatkan BPJS Kesehatan, rumah sakit, dan perusahaan asuransi kesehatan tambahan untuk memperjelas alur penjaminan biaya perawatan. Skema yang digunakan adalah Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ)....

Stres Memperparah Jerawat? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jerawat yang muncul atau tampak semakin parah ketika seseorang mengalami tekanan bukan semata-mata kebetulan. Stres memang tidak secara langsung menyebabkan jerawat, tetapi kondisi tersebut dapat memperburuk jerawat yang sudah ada melalui perubahan hormon, peningkatan peradangan, serta melambatnya pemulihan kulit. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), tubuh melepaskan hormon...

Fit For A King Umumkan Lonely God Deluxe, Rilis “Dirt”

Fit For A King menyiapkan perluasan untuk album studio kedelapan mereka, Lonely God. Edisi deluxe album tersebut dijadwalkan terbit pada 30 Oktober melalui Solid State Records, dengan tambahan tiga lagu baru: “Steady Doom”, “Blood Pact”, dan “Dirt”. Album versi awalnya telah dirilis pada musim panas tahun lalu. Pengumuman...

Mengapa Mobil Listrik Lebih Ramah Lingkungan? Ini Alasannya

Peralihan industri otomotif menuju kendaraan listrik tidak semata-mata didorong oleh perkembangan teknologi. Elektrifikasi kendaraan juga dipandang sebagai upaya mengurangi pencemaran udara sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Mobil listrik tidak menghasilkan emisi dari knalpot ketika digunakan. Karena itu, kendaraan jenis ini tidak mengeluarkan gas buang seperti karbon monoksida (CO)...

7 Cara Mengatasi Insomnia dan Memperbaiki Kualitas Tidur

Insomnia tidak hanya membuat seseorang sulit terlelap, tetapi juga dapat menyebabkan tubuh terasa lelah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kekurangan tidur dapat memengaruhi suasana hati serta membuat seseorang lebih rentan mengalami stres dan tekanan. Sejumlah kebiasaan dapat diterapkan untuk membantu memperbaiki kualitas tidur. Langkah-langkah...

Baru Kena PHK, Masih Bisa Dapat BSU 2026 Rp900 Ribu?

Pekerja yang baru mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) belum otomatis berhak menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Kepastian mengenai status mereka masih menunggu penetapan resmi pemerintah, terutama terkait syarat status pekerjaan dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Program BSU 2026 direncanakan memberikan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan,...

Tutorial Meditasi Sebelum Tidur agar Cepat Pulas

Sulit terlelap ketika pikiran masih dipenuhi pekerjaan atau persoalan pribadi merupakan kondisi yang dapat terjadi meski tubuh sudah merasa lelah. Salah satu cara yang dapat dicoba untuk membantu menenangkan diri sebelum tidur adalah meditasi. Latihan ini mengarahkan perhatian pada napas, sensasi tubuh, atau gambaran yang menenangkan sehingga...

Deezer Izinkan Pengguna Hapus Musik AI dari Pencarian

Deezer menyiapkan pengaturan yang memungkinkan pengguna menghapus musik yang sepenuhnya dibuat oleh kecerdasan buatan (AI) dari hasil pencarian. Fitur tersebut akan diluncurkan secara global sebelum akhir 2026, sehingga pendengar dapat menentukan apakah musik buatan AI tetap muncul dalam pengalaman streaming mereka. Melalui pengaturan baru itu, pengguna bisa menyembunyikan...

Mata Sering Bintitan? Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya

Bintitan yang muncul berulang kali tidak selalu sekadar gangguan ringan pada kelopak mata. Selain menyebabkan benjolan, kemerahan, nyeri, dan rasa mengganjal saat berkedip, kondisi ini dapat menandakan adanya masalah pada kebersihan atau kesehatan kelopak mata yang perlu diperhatikan. Bintitan atau hordeolum umumnya terjadi akibat infeksi bakteri pada kelenjar...

UMR 2027 Naik 7,5-9,5%, Said Iqbal: Perusahaan Tak Bangkrut

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengusulkan kenaikan upah minimum regional (UMR) 2027 berada di kisaran 7,5 persen hingga 9,5 persen. Besaran tersebut, menurut dia, perlu disesuaikan dengan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi di setiap daerah. Iqbal menyebut usulan itu merujuk pada ketentuan dalam...

Cara Mengatasi Mata Bintitan di Rumah dan Pantangannya

Bintitan atau hordeolum umumnya dapat membaik tanpa tindakan medis khusus. Namun, benjolan kecil di kelopak mata ini tetap perlu dirawat dengan cara yang tepat agar nyeri, kemerahan, dan iritasi tidak bertambah parah. Bintitan terjadi ketika bakteri menginfeksi kelenjar minyak atau folikel rambut di sekitar bulu mata. Gejalanya dapat...

Eleanor Whisper Rilis “Ini Hal Biasa”, Menuju Album Ketiga

Eleanor Whisper membuka arah menuju album ketiganya dengan merilis single “Ini Hal Biasa” pada 9 Oktober 2026. Lagu tersebut hadir di seluruh platform streaming digital, disertai video lirik yang diluncurkan melalui YouTube. Single ini berangkat dari pengalaman menghadapi kehilangan, rasa sakit, kebingungan, dan proses menerima berbagai hal yang...