Banjir bandang yang melanda Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (22/9) mengganggu aktivitas warga dan menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Untuk membantu masyarakat terdampak, Bank Mandiri menyalurkan bantuan melalui program Mandiri Tanggap Bencana.
Bantuan tersebut disalurkan dengan melibatkan relawan Bank Mandiri dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok. Koordinasi dilakukan agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan di wilayah Arosuka.
Bantuan untuk kebutuhan dasar warga
Bank Mandiri menyediakan sejumlah perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat setelah bencana, mulai dari kebutuhan untuk beristirahat hingga pangan dan perlengkapan sehari-hari. Bantuan perlengkapan istirahat terdiri atas selimut dan kasur.
Untuk kebutuhan pangan dan minuman, bantuan yang disalurkan meliputi beras, mi instan, minyak goreng, gula, telur, air mineral, teh, dan kopi. Warga juga menerima makanan ringan, perlengkapan mandi, serta detergen sebagai penunjang kebutuhan harian.
Regional CEO Region II/Sumatera 2 Bank Mandiri Sri Dono Indarto mengatakan, penyaluran bantuan itu merupakan bentuk kepedulian perseroan kepada masyarakat di wilayah operasionalnya, terutama ketika bencana berdampak pada aktivitas dan kebutuhan warga.
“Ketika bencana terjadi, kebutuhan masyarakat dapat berubah dalam waktu yang cepat. Karena itu, kami berupaya hadir dengan memberikan dukungan yang dapat digunakan secara langsung, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Sri Dono dalam keterangan resmi, Selasa (23/9).
Menurut Bank Mandiri, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat pada masa pascabencana. Dukungan itu juga ditujukan untuk membantu warga memenuhi keperluan sehari-hari ketika mereka mulai menjalankan aktivitas secara bertahap.
Bank Mandiri lanjutkan program TJSL
Penyaluran bantuan di Arosuka menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri. Sri Dono menyatakan perseroan akan terus hadir melalui berbagai program yang diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, bentuk kepedulian dalam situasi bencana perlu disesuaikan dengan kebutuhan yang dihadapi warga di lapangan. Karena itu, bantuan yang diberikan mencakup barang-barang yang dapat langsung digunakan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
“Bagi kami, kepedulian diwujudkan dengan hadir dan memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan melewati masa awal setelah bencana dengan lebih baik,” kata Sri Dono.
