Hujan bukan penyebab langsung demam. Tubuh yang basah memang dapat kehilangan panas lebih cepat, terutama ketika suhu udara rendah atau seseorang terlalu lama berada di luar ruangan. Kondisi itu bisa memicu menggigil dan rasa tidak nyaman, tetapi menggigil karena kedinginan berbeda dari demam.
Demam umumnya muncul ketika tubuh sedang melawan infeksi, termasuk infeksi saluran pernapasan yang disebabkan virus. Karena itu, anggapan bahwa air hujan secara langsung “membawa demam” perlu diluruskan. Rasa menggigil setelah kehujanan lebih berkaitan dengan mekanisme tubuh untuk mempertahankan suhu normal.
Mengapa badan terasa sakit setelah kehujanan?
Saat kedinginan, otot berkontraksi secara cepat untuk menghasilkan panas. Mekanisme inilah yang menyebabkan tubuh menggigil. Seseorang dapat merasa sangat dingin, pegal, atau lemas setelah kehujanan tanpa sedang mengalami demam.
Jika setelah itu muncul hidung tersumbat, tenggorokan terasa tidak nyaman, batuk, atau demam, salah satu kemungkinannya adalah orang tersebut telah terpapar virus sebelum kehujanan. Virus penyebab pilek dan flu dapat menyebar melalui percikan dari orang yang terinfeksi, serta tangan atau permukaan yang kemudian menyentuh mata, hidung, dan mulut.
Gejala infeksi juga tidak selalu muncul segera setelah penularan. Pada pilek, gejala biasanya baru terlihat sekitar satu sampai tiga hari setelah seseorang terpapar virus. Jeda waktu tersebut dapat membuat kehujanan tampak sebagai penyebab langsung, meski proses infeksi mungkin sudah berlangsung sebelumnya.
Mayo Clinic menjelaskan, udara dingin sendiri tidak menyebabkan pilek. Meski demikian, paparan suhu dingin dapat memengaruhi respons tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dalam kondisi tertentu. Perubahan cuaca juga dapat berjalan bersamaan dengan perubahan aktivitas dan pola paparan virus.
Ketika banyak orang berkumpul di ruangan tertutup, misalnya, peluang terpapar virus pernapasan dapat meningkat. Artinya, hubungan antara kehujanan dan munculnya gejala sakit tidak semata-mata berasal dari air hujan, melainkan bisa berkaitan dengan infeksi yang terjadi bersamaan dengan kondisi tubuh setelah kedinginan.
Langkah yang dapat dilakukan setelah kehujanan
Orang yang baru kehujanan disarankan segera mengganti pakaian basah, mengeringkan tubuh, beristirahat, dan mencukupi kebutuhan cairan. Langkah tersebut membantu mengurangi rasa dingin dan tidak nyaman setelah tubuh terkena air hujan.
Jika kemudian timbul pilek, batuk, sakit tenggorokan, atau demam, perkembangan gejala perlu diperhatikan. Sebagian besar infeksi saluran pernapasan ringan dapat membaik dengan istirahat dan perawatan sederhana di rumah.
Namun, pemeriksaan ke tenaga kesehatan diperlukan apabila demam tidak membaik, semakin tinggi, berlangsung selama beberapa hari, atau disertai sesak napas maupun kondisi yang kian memburuk. Demam dalam keadaan tersebut lebih mungkin menjadi tanda adanya proses infeksi atau kondisi lain, bukan semata-mata akibat tubuh terkena hujan.
