Pasar aset digital mengalami dinamika yang signifikan saat harga Bitcoin (BTC) turun di bawah US$100 ribu, menunjukkan ketidakpastian global dalam dunia keuangan. Antony Kusuma, Vice President Indodax, mengungkapkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh faktor eksternal makro yang sedang terjadi di pasar. Meskipun Presiden Donald Trump telah menandatangani rancangan anggaran yang mengakhiri shutdown selama 43 hari di Amerika Serikat.
Menurut Antony, pergerakan harga saat ini merupakan bagian dari dinamika pasar aset digital di tengah ketidakpastian global. Dia menegaskan bahwa fluktuasi harga harus dilihat sebagai konsolidasi pasar menuju pematangan, dengan ketidakpastian kebijakan suku bunga yang masih menjadi faktor penentu arah pergerakan harga Bitcoin. Antony juga menekankan pentingnya reaksi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed, yang akan mempengaruhi volatilitas pasar.
Meskipun volatilitas pasar meningkat, Antony menegaskan bahwa investor sebaiknya tetap fokus pada manajemen risiko dan meninjau strategi investasi jangka panjang mereka sesuai dengan profil risiko masing-masing. Dengan berakhirnya shutdown dan regulator kembali beroperasi, pasar memiliki kesempatan untuk memetakan arah ke depan dalam beberapa minggu ke depan. Meski terjadi koreksi harga, hal ini dianggap sebagai bagian dari mekanisme pasar dan investor diharapkan dapat tetap tenang.
