Setelah berbulan-bulan melaju tanpa banyak hambatan, reli emas akhirnya kehilangan tenaga. Pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, harga emas dan perak kompak terkoreksi tajam seiring investor mulai mengunci keuntungan dari kenaikan panjang yang sempat mendorong keduanya ke rekor tertinggi.
Emas dan perak terkoreksi usai reli panjang
Harga emas dunia turun 0,70 persen ke level US$5.040 per ons troy. Di saat yang sama, perak spot melemah lebih dalam, jatuh 1,94 persen menjadi US$80,33 per ons troy. Secara akumulatif, emas sudah terkoreksi lebih dari 11,27 persen dari posisi puncaknya, sementara perak anjlok sekitar 50 persen dari rekor tertingginya.
Aksi ambil untung jadi pemicu utama
Penurunan kali ini disebut lebih banyak dipicu oleh aktivitas spekulatif dan aksi ambil untung, bukan karena perubahan besar pada faktor fundamental. Chief Investment Officer Choice AMC Limited, Rochan Pattnayak, menilai koreksi emas masih bersifat sementara dan belum mengganggu prospek jangka panjang logam mulia tersebut.
Menurut Pattnayak, daya tarik emas tetap terjaga karena kondisi makro global masih mendukung. Pasokan yang terbatas, ketidakpastian geopolitik yang belum mereda, serta permintaan bank sentral yang masih kuat membuat investor belum benar-benar meninggalkan emas.
Pasar masih menunggu data ekonomi AS
Di tengah koreksi harga, pelaku pasar kini menyoroti rilis data ekonomi Amerika Serikat dan laporan ketenagakerjaan Januari 2026. Data itu diperkirakan menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih stabil, sehingga bisa memberi petunjuk baru bagi arah pergerakan aset safe haven dalam waktu dekat.
Sejumlah bank dan manajer aset global masih menilai emas punya peluang untuk bangkit kembali jika sentimen makro tetap mendukung. Dengan latar seperti itu, pelemahan harga kali ini lebih dibaca sebagai jeda setelah reli panjang, bukan tanda berakhirnya minat investor terhadap emas.
