Pada bulan ini, perusahaan teknologi global Salesforce melakukan pemotongan hampir 1.000 karyawan. Pemutusan hubungan kerja dilakukan secara relatif senyap dan berdampak pada sejumlah divisi, termasuk pemasaran, manajemen produk, analitik data, dan tim Agentforce yang menangani produk AI perusahaan. Agentforce, yang sebelumnya dianggap sebagai bagian terpenting dalam strategi bisnis perusahaan, merupakan teknologi inti dari semua produk yang dikembangkan oleh Salesforce.
CEO Salesforce, Marc Benioff, menyatakan bahwa Agentforce tidak terpisahkan dari perusahaan dan dirancang untuk membantu perusahaan memanfaatkan bot otonom dalam tujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Pemangkasan tenaga kerja ini terjadi bersamaan dengan perubahan struktur kepemimpinan perusahaan, di mana Salesforce menunjuk enam eksekutif baru untuk mengisi jabatan senior.
Meskipun pemotongan tenaga kerja, perusahaan terus agresif mengintegrasikan AI ke dalam operasionalnya, mengurangi jumlah staf layanan pelanggan secara signifikan melalui penerapan teknologi berbasis AI. Langkah Salesforce mencerminkan tren industri teknologi yang menginvestasikan dalam kecerdasan buatan sekaligus melakukan pengurangan tenaga kerja untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya melalui otomatisasi.
Analis menilai langkah ini sebagai bagian dari penyesuaian strategi dan optimalisasi sumber daya dalam transformasi digital berbasis AI. Penting bagi perusahaan untuk tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap karyawan.
