Pembukaan perdagangan Selasa, 21 April 2026, langsung memberi sinyal hati-hati bagi pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 33 poin atau 0,45 persen ke level 7.560, sejalan dengan perkiraan bahwa tekanan jual masih berpeluang berlanjut di awal sesi.
IHSG Dibayangi Koreksi di Tengah Sentimen Global
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menilai IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini. Pandangan itu muncul ketika pelaku pasar sedang membaca ulang risiko eksternal, terutama dari perkembangan ketegangan geopolitik yang kembali memanas.
Asia-Pasifik Menguat Saat Investor Memantau Timur Tengah
Di sisi lain, bursa saham Asia-Pasifik justru bergerak naik pada perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut terjadi ketika investor tetap mencermati situasi di Timur Tengah, khususnya eskalasi hubungan Iran dan Amerika Serikat yang semakin menegang. Presiden AS Donald Trump menyebut kapal perusak Angkatan Laut AS telah menembak dan menyita kapal kargo Iran di Teluk Oman, langkah yang disebut sebagai bagian dari penguatan blokade terhadap Iran.
Wall Street Terseret Ketegangan Iran-AS
Pasar saham global belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Wall Street ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya setelah ketegangan antara AS dan Iran kembali naik. Pelaku pasar kini kesulitan memperkirakan skenario terburuk dari konflik tersebut, apalagi setelah indeks sempat pulih dari area koreksi sebelumnya.
Ketidakpastian makin besar setelah Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran jika negara itu tidak menyetujui kesepakatan dengan AS. Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan bernegosiasi dengan AS di bawah tekanan maupun ancaman, sebagaimana dilaporkan dari pernyataan para pejabat terkait perkembangan terbaru ini.
